Membongkar Identitas dan Peran Houthi dalam Konflik Yaman

Membongkar Identitas dan Peran Houthi dalam Konflik Yaman

Yaman, negeri yang pernah bermandikan kejayaan kuno, kini terjerat dalam konflik berkepanjangan yang melumpuhkan rakyatnya. Di garis depan konflik ini, bercokol kelompok Houthi, yang keberadaannya kerap diselimuti ketidakjelasan dan prasangka. Siapa sebenarnya Houthi? Apa peran mereka dalam lanskap politik dan humanitarian Yaman? Artikel ini akan mencoba mengurai benang kusut dari kelompok ini, dengan harapan dapat membawa perspektif yang lebih luas terhadap krisis yang tak kunjung surut.

Dari Sekte Religius Menuju Kekuatan Politik:

Akar sejarah Houthi bersemi di tahun 1990-an, bermula sebagai gerakan revivalis agama Zaydiah, salah satu cabang Syiah yang dianut sekitar 35% warga Yaman. Zaydiah selama lama terpinggirkan dari pusat kekuasaan, dan gerakan Houthi dipimpin oleh Hussein al-Houthi menggaungkan kritik terhadap korupsi dan pengaruh asing, menyasar rezim presiden Ali Abdullah Saleh dan dukungannya dari Arab Saudi dan AS.

Namun, gerakan ini melampaui ranah dakwah. Pada 2004, bentrokan dengan militer pecah. Hussein al-Houthi tewas, memicu pemberontakan bersenjata yang kian intens. Houthi bertransformasi menjadi kekuatan militer terorganisir, merebut wilayah, dan pada 2014, menggulingkan Saleh dari Sana’a, ibu kota Yaman.

Koalisi yang Kompleks dan Ambivalen:

Houthi bukanlah entitas monolitik. Mereka digambarkan sebagai “koalisi yang rumit” terdiri dari beragam faksi politik, ulama Zaydiah, dan milisi tribal. Dukungan Iran kerap disorot, namun hubungan ini sulit didefinisikan: Houthi menerima bantuan militer dan pelatihan, namun otonomi ideologis mereka juga terlihat jelas.

Kompleksitas ini turut mendistorsi citra Houthi. Media Barat sering menggambarkan mereka sebagai “pemberontak Syiah” yang mengancam keamanan regional, mendistorsi akar kultural dan politik lokal. Sementara itu, narasi Houthi sendiri berkisar pada kritik terhadap intervensi Saudi dan perjuangan keadilan sosial.

Peran Ganda dalam Krisis Yaman:

Peran Houthi dalam krisis Yaman memang kontroversial. Pengambilalihan Sana’a memicu koalisi pimpinan Saudi melancarkan intervensi militer pada 2015. Serangan udara koalisi telah menewaskan ribuan warga sipil, memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Houthi sendiri melancarkan serangan ke wilayah Saudi menggunakan drone dan rudal balistik, meningkatkan ketegangan regional.

Namun, gambaran hitam-putih ini mengabaikan kompleksitas realitas. Houthi mengontrol sebagian besar wilayah Yaman, termasuk pusat-pusat populasi seperti Sana’a. Di wilayah kekuasaan mereka, mereka menyediakan layanan publik dan menjalankan administrasi. Meskipun tuduhan pelanggaran HAM terhadap mereka perlu diselidiki, Houthi juga menjadi korban serangan Saudi.

Membayangkan Jalan Keluar:

Konflik Yaman tak mungkin terselesaikan tanpa memahami Houthi secara utuh. Demonisasi atau simplifikasi tak akan menghasilkan solusi. Kesalahpahaman dan prasangka harus disingkirkan, digantikan oleh dialog dan pengakuan terhadap realitas politik dan sosial Yaman yang rumit.

Negara-negara besar perlu menekan koalisi pimpinan Saudi untuk mengakhiri serangan udara dan mendorong penyelesaian damai. Houthi, di sisi lain, harus bertanggung jawab atas pelanggaran HAM dan terlibat dalam pembicaraan serius di bawah naungan PBB.

Menyembuhkan luka Yaman membutuhkan jalan panjang dan kerja keras. Memahami Houthi, bukan membenci atau mengabaikan, adalah langkah awal untuk menyinari secercah harapan bagi tercapainya perdamaian di negeri yang dilanda nestapa ini.

Kesimpulan:

Houthi bukanlah sekadar pemberontak haus perang, juga bukan pahlawan tak bernoda. Mereka adalah pelaku sekaligus korban dalam konflik Yaman, kelompok kompleks yang dibentuk oleh sejarah, agama, dan dinamika politik lokal. Memahami Houthi, tak berarti membenarkan tindakan mereka, namun merupakan langkah krusial untuk menemukan jalan keluar dari krisis berkepanjangan yang mencabik-cabik Yaman. Dialog, bukan prasangka, menjadi kunci untuk membuka pintu perdamaian bagi negeri yang kaya akan sejarah dan harapan ini.